Studi ini menerapkan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis implementasi manajemen risiko pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia menggunakan publikasi jurnal terindeks nasional tahun 2021–2025. Tinjauan ini mengidentifikasi lima kategori risiko utama: operasional (kebocoran pipa, kegagalan teknis), keuangan (tunggakan pelanggan, pembengkakan biaya), lingkungan (bencana alam, pencemaran), sumber daya manusia (keselamatan kerja, kesenjangan keterampilan), dan strategis (regulasi, desain infrastruktur). Praktik manajemen risiko yang efektif secara signifikan meningkatkan kinerja PDAM, dengan peningkatan efisiensi keuangan hingga 25% dan perbaikan non-keuangan seperti kualitas layanan serta kepuasan pelanggan. Strategi mitigasi mencakup tindakan teknis (IoT, SOP), kontrol institusional (audit internal, komite), dan kolaborasi eksternal (MoU). Tantangan utama masih terletak pada tata kelola (45%), kapasitas SDM (35%), serta risiko lingkungan eksternal (20%). Tinjauan ini menggarisbawahi tren peningkatan integrasi teknologi digital, kerangka keberlanjutan, dan standar ISO 31000 ke dalam sistem manajemen risiko PDAM, berkontribusi pada pengembangan tata kelola risiko yang komprehensif di sektor air minum Indonesia..
Copyrights © 2025