Pemeriksaan CT Scan kepala merupakan penunjang penting untuk menilai perubahan struktur otak pada pasien dengan gangguan mental. Pasien gangguan mental sering menunjukkan perilaku non-kooperatif, sehingga memerlukan penyesuaian dalam prosedur pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan CT Scan kepala dan menganalisis efektivitas pemeriksaan CT scan kepala dengan sedasi serta parameter slice thickness 3 mm pada pasien non-kooperatif dengan suspect gangguan mental organik di instalasi radiologi RSUD dr.R Soetijono Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam terhadap tiga radiografer , satu dokter spesialis radiologi, dan satu perawat IGD, serta dokumentasi prosedur pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian sedasi diazepam sebanyak 10 cc digunakan sebagai persiapan pada pasien non-kooperatif untuk mengurangi pergerakan yang dapat mengganggu hasil citra. Penggunaan parameter slice thickness 3 mm dan rekontruksi axial terbukti efektif untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosa karena dapat menghasilkan kualitas citra yang tinggi. Hasil ekspertise menunjukkan edema cerebri dengan kemungkinan encephalitis pada pasien dengan gejala catatonia, mutisme, dan rigiditas. Kesimpulan menunjukan bahwa rosedur CT Scan kepala dengan sedasi diazepam dan slice thickness 3 mm terbukti efektif dan aman untuk evaluasi pasien GMO non-kooperatif. Penggunaan slice thickness 3 mm menghasilkan kualitas citra tinggi yang memudahkan deteksi patologi intrakranial halus seperti edema cerebri. Protokol ini dapat diadaptasi untuk kondisi klinis serupa dalam penanganan pasien gangguan mental organik.
Copyrights © 2025