Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis dari beban tugas organisasi terhadap mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam Universitas Airlangga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya keterlibatan mahasiswa dalam organisasi kampus yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan mental mereka. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif deskriptif dengan instrumen The Affect Balance Scale (ABS) untuk mengukur respons afeksi positif dan negatif. Sebanyak 68,6% mahasiswa merasa pendapatnya dihargai dalam organisasi, 69,3% merasa tertarik mempelajari hal baru, 65,3% merasa bangga saat kontribusinya bermanfaat bagi orang lain. Di sisi lain 66,7% mahasiswa merasa cemas saat berbicara di depan umum, dan 55,6% merasa kesal saat kinerjanya dinilai kurang baik. Selain itu, 66,7% mahasiswa mengalami kejenuhan akibat program kerja yang monoton, dan 72,3% merasa sedih karena waktu bersosialisasi terganggu. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban tugas, regulasi emosi, serta dukungan sosial dalam organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap kajian psikologi pendidikan dan kesehatan mental mahasiswa, serta menjadi rujukan praktis dalam pengembangan kebijakan dukungan psikologis berbasis organisasi di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2025