Sektor publik cenderung memiliki birokrasi yang bersifat hierarkis dan resisten terhadap perubahan; hal ini menjadi tantangan dalam mendorong inovasi. Inovasi dalam pelayanan publik dapat meningkatkan performa instansi publik dan lebih responsif dalam menanggapi perubahan kebutuhan masyarakat. Studi ini bertujuan mengkaji dampak budaya organisasi pada perilaku inovatif di tempat kerja, dengan otonomi kerja sebagai mediator. Budaya organisasi yang mendorong inovasi, dan lingkungan yang mendukung otonomi kerja, dapat berdampak pada perilaku kerja yang inovatif. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner yang didistribusikan kepada 99 pegawai pada sebuah organisasi sektor publik di Yogyakarta. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa otonomi kerja berfungsi sebagai mediator penuh dalam menjelaskan hubungan antara budaya organisasi dan perilaku kerja inovatif pegawai. Ini menyiratkan bahwa internalisasi budaya organisasi oleh pegawai dapat meningkatkan perilaku kerja inovatif, terutama ketika pegawai memiliki otonomi dalam pelaksanaan tugas. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan peningkatan perilaku kerja inovatif, yang selayaknya mempertimbangkan adanya otonomi kerja dalam pelaksanaan tugas pegawai.
Copyrights © 2025