Pelibatan satwa dalam industri hiburan di Indonesia dewasa ini masih menjadi isu yang cukup memprihatinkan, terutama terkait pertunjukan satwa lumba-lumba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi khalayak dalam memaknai isu pelibatan satwa di industri hiburan dalam film dokumenter Penjara segara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori analisis resepsi Encoding-Decoding yang dicetuskan oleh Stuart Hall. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam kepada delapan informan yang merupakan mahasiswa sebagai penonton film dokumenter Penjara segara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan pembacaan khalayak yang beragam, yakni terdapat 20 pembacaan dominan, 2 pembacaan negosiasi, dan 2 pembacaan oposisi. Pembacaan khalayak ini dipengaruhi oleh kerangka pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai yang diyakini khalayak terkait pertunjukan satwa dan pengalaman menonton film, juga pemaknaan terhadap pesan-pesan yang disajikan dari film dokumenter Penjara segara. Posisi pembacaan khalayak didasarkan pada preferred reading yang disampaikan oleh produsen teks film dokumenter Penjara segara melalui wawancara mendalam.
Copyrights © 2025