Publish Date
30 Nov -0001
Penelitian ini bertujuan mengestimasi kerugian maksimum pada tiga saham defensif sektor konsumsi primer, yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) untuk memitigasi risiko investasi. Data yang digunakan adalah sekunder berupa harga penutupan mingguan periode 3 Januari 2025 hingga 10 April 2026. Pengukuran risiko dihitung menggunakan metode Value at Risk (VaR) dengan pendekatan Historical, Variance-Covariance, dan Monte Carlo. Spesifikasi risiko ditetapkan pada tingkat kepercayaan 95% dengan asumsi penempatan modal awal Rp10.000.000, di mana metode Monte Carlo dibangkitkan melalui 10.000 iterasi. Uji Kolmogorov-Smirnov diaplikasikan untuk memvalidasi kelayakan distribusi normal dari data return. Hasil penelitian menunjukkan variasi estimasi kerugian maksimum dari ketiga metode yang digunakan. Pada metode Historical, nilai VaR pada saham INDF sebesar -5,79% (Rp579.193), ICBP sebesar -5,78% (Rp578.218) dan MYOR sebesar -7,42% (Rp742.092). Pada metode Variance-Covariance, nilai VaR pada saham INDF sebesar -5,29% (Rp529.397), ICBP sebesar -5,68% (Rp568.235) dan MYOR sebesar -7,89% (Rp788.577). Sementara itu, estimasi melalui metode Monte Carlo nilai VaR pada saham INDF sebesar -5,25% (Rp524.740), ICBP sebesar -6,10% (Rp609.990), dan MYOR sebesar -8,12% (Rp812.188). Estimasi VaR komparatif ini dapat menjadi landasan bagi investor dalam membatasi toleransi kerugian secara terukur.
Copyrights © 0000