Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,5%pada tahun 2023. Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan mencatat prevalensi stunting sebesar 30,1%, jauh di atastarget nasional 14% pada tahun 2024. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pola asuh yangkurang baik, asupan gizi yang tidak adekuat, dan pengetahuan orang tua tentang pemberian makanan variasi yangterbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada orang tua dan kadertentang pemberian varian menu makanan pada balita untuk menurunkan stunting di wilayah kerja PuskesmasAluh-Aluh Besar Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif dengan media leafletdan lembar balik, disertai diskusi interaktif kepada peserta. Kegiatan melibatkan 41 peserta yang terdiri dari orangtua dan kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnyapemberian makanan variasi yang mengandung gizi seimbang, peran pola asuh dalam pencegahan stunting, danpraktik pemberian ASI eksklusif. Output kegiatan berupa seminar hasil dan publikasi jurnal pada jurnal nasionalterakreditasi. Kesimpulannya, edukasi kepada orang tua dan kader merupakan intervensi penting dalam upayapencegahan dan penurunan stunting di masyarakat.
Copyrights © 2026