Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan berbagai gangguan hematologi, salah satunya anemia. Selain infeksi HIV itu sendiri, penggunaan terapi antiretroviral (ARV) juga diketahui dapat memengaruhi pembentukan sel darah merah dan menyebabkan perubahan indeks eritrosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran indeks eritrosit sebagai penentu jenis anemia pada pasien HIV dengan terapi ARV di Rumah Sakit Abepura. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan uji laboratorium. Sampel penelitian berjumlah 32 pasien HIV yang menjalani terapi ARV dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan indeks eritrosit meliputi Mean Corpuscular Volume (MCV), Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), dan Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) dilakukan menggunakan hematology analyzer pada sampel darah vena EDTA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami anemia (100%). Berdasarkan nilai MCV, kategori makrositik ditemukan pada 18 pasien (56,25%), normositik 10 pasien (31,25%), dan mikrositik 4 pasien (12,5%). Berdasarkan nilai MCH dan MCHC, kategori normokrom ditemukan pada 28 pasien (87,5%) dan hipokrom pada 4 pasien (12,5%). Jenis anemia yang paling banyak ditemukan adalah anemia makrositik normokrom sebanyak 18 pasien (56,25%), diikuti anemia normositik normokrom sebanyak 10 pasien (31,25%), dan anemia mikrositik hipokrom sebanyak 4 pasien (12,5%). Dengan demikian, anemia makrositik normokrom merupakan jenis anemia yang paling dominan pada pasien HIV yang menjalani terapi ARV di Rumah Sakit Abepura. Keywords : HIV, terapi ARV, indeks eritrosit, anemia, hematologi.
Copyrights © 2026