Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMERIKSAAN INDEKS ERITROSIT SEBAGAI PENENTU JENIS ANEMIA PADA PASIEN HIV DENGAN TERAPI ARV DI RS X JAYAPURA Maria Rosari Paembong; Valentino Mote; Oktavian Indriani
DINAMIS Vol 23 No 1 (2026): Jurnal Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jd.v23i1.1645

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan berbagai gangguan hematologi, salah satunya anemia. Selain infeksi HIV itu sendiri, penggunaan terapi antiretroviral (ARV) juga diketahui dapat memengaruhi pembentukan sel darah merah dan menyebabkan perubahan indeks eritrosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran indeks eritrosit sebagai penentu jenis anemia pada pasien HIV dengan terapi ARV di Rumah Sakit Abepura. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan uji laboratorium. Sampel penelitian berjumlah 32 pasien HIV yang menjalani terapi ARV dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan indeks eritrosit meliputi Mean Corpuscular Volume (MCV), Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), dan Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) dilakukan menggunakan hematology analyzer pada sampel darah vena EDTA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami anemia (100%). Berdasarkan nilai MCV, kategori makrositik ditemukan pada 18 pasien (56,25%), normositik 10 pasien (31,25%), dan mikrositik 4 pasien (12,5%). Berdasarkan nilai MCH dan MCHC, kategori normokrom ditemukan pada 28 pasien (87,5%) dan hipokrom pada 4 pasien (12,5%). Jenis anemia yang paling banyak ditemukan adalah anemia makrositik normokrom sebanyak 18 pasien (56,25%), diikuti anemia normositik normokrom sebanyak 10 pasien (31,25%), dan anemia mikrositik hipokrom sebanyak 4 pasien (12,5%). Dengan demikian, anemia makrositik normokrom merupakan jenis anemia yang paling dominan pada pasien HIV yang menjalani terapi ARV di Rumah Sakit Abepura. Keywords : HIV, terapi ARV, indeks eritrosit, anemia, hematologi.
Evaluasi Rantai Layanan Air Limbah Domestik dan Risiko Lingkungan di Kabupaten Mimika Alberth Einstein Stevann Abrauw; Alfred Benjamin Alfons; Rosi Fitriyanti Sumedi; Maria Rosari Paembong
Journal of Creative Student Research Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Journal of Creative Student Research
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jcsr-politama.v4i4.6497

Abstract

Mimika Regency is experiencing rapid economic growth and urbanization, which has put significant pressure on the domestic sanitation system. The lack of integrated downstream management, combined with biophysical conditions such as the dominance of aerated glei soils, extreme rainfall, and shallow groundwater levels, increases the risk of aquifer contamination and serious environmental pollution. This study aims to untangle the domestic wastewater service chain and identify the resulting environmental risks as a basis for developing a sustainable sanitation strategy. The study uses a descriptive-evaluative approach that integrates a service chain analysis (Shit Flow Assessment), spatial analysis of at-risk areas, and environmental hydrogeological studies based on data from the EHRA Study, the District Sanitation Strategy (SSK), and the geological conditions of the region. The results show that the sanitation system does not meet SDGs standards; 43.99% of the population still defecates in the open, 38% of septic tanks are unsafe, and downstream management (transportation/treatment) reaches 0% due to the non-operational Iwaka Wastewater Treatment Plant (IPLT). These conditions pose a high risk of pathogen contamination in community water sources, especially in the Mimika Baru, Wania, and Iwaka Districts. Recommended strategies include accelerating IPTL operations, strengthening regulations, institutions, and technological interventions.