Penelitian ini mengkaji eksistensi senjata Mothik dalam kehidupan masyarakat Ponorogo serta perkembangan, jenis, penggunaan bahan, perubahan, dan upaya pelestariannya di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi dan wawancara bersama komunitas Pangrekso Mothik Ponorogo (PRAMONO), khususnya Muhammad Masrofiqi Maulana dan Muhammad Ariffin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mothik merupakan senjata praktis, bukan sebagai benda pusaka yang bersifat mistis. Identitas budayanya terbentuk melalui fungsi bela diri, keterkaitannya dengan warok dan tradisi Reog Ponorogo, serta memori kolektif masyarakat. Razia senjata Mothik pada tahun 1970-an menjadi titik balik yang menyebabkan berkurangnya penggunaan dan pengetahuan tentang Mothik, sehingga pelestarian kini tidak hanya berfokus pada bendanya, tetapi juga pada pemulihan sejarah dan identitas budayanya.
Copyrights © 2026