Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses layanan kesehatan jiwa, stigma sosial yang tinggi, serta belum optimalnya integrasi layanan antar sektor. Kondisi tersebut mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Community Services Approach (CSA) dalam Program Lentera Jiwa yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung di Desa Pangauban. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan perusahaan, pemerintah desa, kader kesehatan, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah menerapkan CSA melalui identifikasi kebutuhan masyarakat, pengembangan layanan yang responsif, peningkatan partisipasi masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas lembaga. Keterlibatan masyarakat mengalami peningkatan seiring berkurangnya stigma terhadap ODGJ dan berkembangnya kegiatan pemberdayaan ekonomi melalui UMKM Sobat Jiwa. Meskipun masih menghadapi kendala berupa stigma sosial, keterbatasan pendanaan, dan tantangan keberlanjutan, Program Lentera Jiwa dinilai mampu memperkuat layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas dan mendorong pemberdayaan ODGJ secara berkelanjutan
Copyrights © 2026