Berpikir kritis merupakan kompetensi esensial yang wajib dikembangkan pada era pendidikan abad dua puluh satu. Kemampuan tersebut kenyataannya belum berkembang secara optimal pada tingkat sekolah dasar khususnya pada mata pelajaran matematika. Tujuan utama penelitian ini mencakup: (1) Mendeskripsikan aktivitas guru beserta murid selama proses pembelajaran berlangsung; serta (2) Menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar melalui penerapan model Problem Based Learning. Pendekatan kualitatif melalui desain Penelitian Tindakan Kelas diaplikasikan sebagai metode utama kajian. Subjek penelitian melibatkan 26 enam murid kelas V SDN Seberang Mesjid 1 Banjarmasin pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi serta tes yang kemudian dikaji menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan lapangan mengonfirmasi adanya peningkatan pada seluruh aspek pengamatan dengan rincian: (1) Kinerja guru meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik; (2) Keterlibatan murid berkembang dari sebagian besar aktif menjadi hampir seluruhnya aktif; (3) Keterampilan berpikir kritis melonjak dari kategori sebagian besar terampil menjadi sangat terampil; serta (4) Capaian hasil belajar bertransformasi dari kondisi belum tuntas menjadi tuntas secara klasikal. Kesimpulan akhir menegaskan bahwa penerapan model Problem Based Learning terbukti efektif mendongkrak kualitas aktivitas guru, keterlibatan murid, keterampilan berpikir kritis, hingga hasil belajar matematika secara menyeluruh
Copyrights © 2026