Permasalahan yang utama dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis murid pada muatan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang diakibatkan oleh proses pembelajaran yang monoton dan berpusat pada guru. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengimplementasikan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis murid kelas 4 secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) desain Kemmis & McTaggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di SDN Antasan Besar 7 Banjarmasin dengan subjek penelitian 22 murid kelas IV. Sumber data diperoleh dari hasil observasi menggunakan instrumen lembar pengamatan keterampilan berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan persentase ketuntasan klasikal secara kuantitatif dengan indikator keberhasilan klasikal 76%. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis murid dari pertemuan ke pertemuan. Ketuntasan klasikal keterampilan berpikir kritis pada Pertemuan 1 mencapai 50%, meningkat menjadi 82% pada Pertemuan 2, dan mencapai 86% (Hampir Seluruh Murid Kritis) pada Pertemuan 3. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada muatan IPAS di kelas IV SDN Antasan Besar 7.
Copyrights © 2026