Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun media pembelajaran interaktif berbasis budaya lokal menggunakan model ADDIE serta mengetahui pengaruh penggunaan media terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Tahap analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, karakteristik siswa, dan materi budaya lokal menenun. Tahap desain meliputi penyusunan materi, perancangan alur media, flowchart, dan storyboard. Tahap pengembangan dilakukan dengan membangun media pembelajaran interaktif yang memuat materi, gambar, teks, serta kuis. Selanjutnya, media diimplementasikan kepada 34 siswa SMPK St. Isidorus Lewotala. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, serta tes pretest dan posttest. Data hasil beljar dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajran interaktif berbasis budaya lokal berhasil dikembangkan melalui lima tahap model ADDIE dan dapat digunakan sebagai media pendukung dalam proses pembelajaran penggunaan media pembelajaran menunjukan adanya peningkatan hsil belajar siswa, yang ditujukan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 196,054 pada pretest menjadi 215,3251 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 19,2711 poin. Hasil uji Paired Sample t-Test memperoleh nilai thitung > ttabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis budaya lokal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa SMPK St. Isidorus Lewotala. Media dikembangkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang menarik, interaktif kontekstual, serta mendukung pemahaman dan pelestatian budaya lokal.
Copyrights © 2026