Penelitian menganalisis dinamika garis pantai periode 2015-2025 akibat abrasi dan akresi yang mengancam pemukiman, infrastruktur termasuk Bandara Pattimura. Rumusan masalah mencakup perubahan garis pantai pada pantai berbangunan pelindung dan tanpa pelindung. Tujuan penelitian menganalisis perubahan menggunakan parameter Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR). Metode menggunakan citra satelit Landsat 8-9 dari USGS, diolah dengan ArcGIS dan DSAS. Lokasi penelitian Kecamatan Teluk Ambon seluas 20,73 km, dibagi segmen 60 transect. Identifikasi bangunan pelindung pantai dilakukan visual, diikuti digitasi garis pantai dan analisis NSM-EPR. Hasil menunjukkan pantai berbangunan pelindung stabil cenderung akresi: rata-rata NSM +1,4 m, EPR +0,7 m/tahun (contoh segmen 6: NSM 4,94 m, EPR 2,47 m/tahun; segmen 22: NSM 3,21 m). Pantai tanpa pelindung abrasi progresif: rata-rata NSM -10,8 m, EPR -5,4 m/tahun (contoh segmen 5: NSM -19,70 m, EPR -11,19 m/tahun; segmen 33: NSM -15,42 m). Dinamika transisi segmen menunjukkan pelindung meredam abrasi efektif. Bangunan pelindung pantai terbukti mengurangi abrasi signifikan dan mendorong akresi. Penelitian beri informasi evaluasi pengelolaan pesisir Teluk Ambon.
Copyrights © 2026