Perkembangan media sosial menjadikan dark humour sebagai salah satu bentuk hiburan yang banyak dikonsumsi Generasi Z, termasuk melalui TikTok. Paparan humor yang menjadikan penderitaan, kegagalan, atau situasi tabu sebagai bahan candaan diduga berkaitan dengan schadenfreude, yaitu perasaan senang ketika melihat kemalangan orang lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat konsumsi dark humour, tingkat schadenfreude, serta hubungan antara kedua variabel pada Generasi Z di Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling terhadap 384 responden berusia 15–29 tahun yang berdomisili di Kota Padang dan aktif menggunakan TikTok. Konsumsi dark humour diukur menggunakan Social Networking Time Use Scale (SONTUS) yang dimodifikasi, sedangkan schadenfreude diukur menggunakan skala schadenfreude. Analisis dilakukan dengan JASP. Hasil menunjukkan konsumsi dark humour mayoritas berada pada kategori sedang (54,7%) dan schadenfreude juga didominasi kategori sedang (81,3%). Uji korelasi Pearson menghasilkan r = 0,6079 dengan p < 0,001, yang menunjukkan hubungan positif, kuat, dan signifikan. Semakin tinggi konsumsi dark humour, semakin tinggi kecenderungan schadenfreude pada responden.
Copyrights © 2026