Kinerja proyek konstruksi di wilayah kepulauan sering kali tidak dapat dijelaskan hanya melalui faktor teknis-manajerial konvensional. Sementara kajian mengenai determinan kontekstual non-teknis pada konteks kepulauan, khususnya Indonesia bagian Timur, masih sangat terbatas dibandingkan literatur global yang didominasi kasus negara kepulauan kecil (Small Island Developing States) di kawasan Karibia. Penelitian ini bertujuan menyusun kerangka konseptual determinan kontekstual non-teknis yang memengaruhi kinerja proyek konstruksi di wilayah kepulauan, berdasarkan tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) dengan pendekatan konseptual kualitatif mengacu pada pedoman PRISMA. Sebanyak 52 artikel jurnal terbitan 2021-2026 dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil tinjauan mengidentifikasi empat kategori determinan kontekstual non-teknis, yaitu ekonomi-finansial, institusional-regulasi, sosial-tenaga kerja, dan geogrefis-logistik. Determinan geografis-logistik terbukti menjadi kategori paling khas dan berpengaruh signifikan pada konteks kepulauan, sebagaimana dikonfirmasi oleh temuan empiris bahwa kondisi geografis merupakan prediktor pembengkakan biaya terkuat pada proyek pemerintah di Papua Barat Daya, melampaui faktor sosial dan risiko proyek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa determinan geografis-logistik berperan sebagai variabel kontingensi utama yang memoderasi ketiga determinan lainnya, sehingga mengusulkan perluasan kerangka contingency theory untuk konteks wilayah kepulauan. Kerangka konseptual yang dihasilkan diharapkan menjadi landasan bagi penelitian empiris lanjutan, khususnya pada konteks proyek konstruksi di Maluku.
Copyrights © 2026