Bandung Conference Series : Medical Science
1545-1552

Hubungan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Tambang UD. X

Dinda Elvira Maulina (Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Susan Fitriyana (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)
Sandy Faizal (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Work fatigue is a major issue in occupational safety and health in the mining sector, which involves high physical activity and heavy workloads. Nutritional status as an internal factor is presumed to influence work fatigue. This study aimed to determine the relationship between nutritional status and work fatigue among sand mining workers at UD. X. The research used a cross sectional design with total sampling of 48 workers who met in the inclusion criteria. Nutritional status was measured using Body Mass Indeks (BMI), while work fatigue was assessed through the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) questionnaire. All respondents were male (100%), and most were in the 26-45 year age group (62,5%). The highest propotion of work tenure was in the 5-10 year category (45,83%), and job divisions were dominated by field workers (41,67%). The most common nutritional status category was normal (39,58%), followed by obesity 1 (14,58%). Mild fatigue was the most prevalent fatigue level, experienced by 41 workers (85,4%). The Fisher-Freeman-Halton Exact Test showed p = 0,196 (p > 0,05), indicating no significant relationship between nutritional status and work fatigue. These findings suggest that fatigue is more influenced by factors such as job characteristics, work exposure duration, and work tenure, highlighting the need for workplace strategies that address these contributing aspects. Abstrak. Kelelahan kerja merupakan masalah pentin dalam keselamatan dan kesehatan kerja, terutama pada sektor pertambangan yang menuntut aktivitas fisik tinggi dan paparan beban kerja berat. Status gizi sebagai salah satu faktor internal disuga berperan dalam memengaruhi tingkat kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja tambang pasir UD. X. penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampling terhadap 48 pekerja yang memenuhi kriteria inklusi. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan tingkat kelelahan kerja dinilai melalui kuesioner Industrial Fatuguq Research Committee (IFRC). Selutruh responden berjenis kelamin laki-laki (100%) dan sebagian besar berada pada kelompok usia 26-45 tahun (62,5%). Masa kerja terbanyak pada kategori 5-10 tahun (45.83%), sedangkan divisi pekerjaan didominasi oleh pekerja lapangan (41,67). Status gizi terbanyak adalah kategoru normal (39,58%), diikuti obesitas 1 (14,58%). Tingkat kelelahan yang paling dominan adalah kelelahan ringan dengan 41 pekerja (85,4%). Hasil uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test menunjukan p = 0,196 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan tingkat kelelahan kerja. Temuan ini mengindikasi bahwa kelelahan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti karakteristik pekerjaan, durasi paparan kerja, dan masa kerja.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSMS

Publisher

Subject

Humanities Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ...