Pengembangan wisata kuliner kampus menjadi strategi penting dalam memperkuat ekonomi kreatif masyarakat di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kawasan ini mewadahi 55 pelaku UMKM yaitu kader Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Kembaran Banyumas, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wisata Kuliner UMP. Survei awal menunjukkan bahwa 68% mahasiswa lebih memilih layanan delivery order karena alasan kepraktisan. Namun, layanan tersebut belum dikelola secara terintegrasi. Promosi, penjenamaan, dan pencatatan transaksi masih dilakukan secara terbatas, serta belum didukung oleh sistem pembayaran digital. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan UMKM kuliner binaan KOKAM melalui pengembangan website berbasis Payment Gateway, disertai pelatihan dan pendampingan pemanfaatannya. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi tahapan analisis situasi, penyuluhan, pendampingan praktik, dan evaluasi. Keberhasilan program diukur melalui instrumen pretest-posttest yang dilaksanakan selama tiga bulan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa website UMKM berhasil dikembangkan dengan fitur beranda, profil UMKM, pengelolaan omzet, data pengemudi, data sewa lapak, serta sistem pembayaran digital berbasis QRIS dan transfer bank. Program ini juga meningkatkan literasi digital serta keterampilan peserta dalam mengelola transaksi secara digital. Berdasarkan hasil evaluasi, capaian program berada pada kategori baik (51–75%). Program ini memberikan kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui model integrasi pelatihan literasi digital, pemanfaatan website berbasis e-commerce, dan sistem Payment Gateway yang dapat direplikasi untuk memperkuat kemandirian ekonomi kader muda dalam ekosistem ekonomi kreatif berbasis komunitas Muhammadiyah
Copyrights © 2026