Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi adaptasi pelaku jasa penyeberangan perahu nambang di Desa Igal, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir dalam mempertahankan keberlangsungan hidup di tengah tantangan ekonomi dan geografis. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dan kerangka teori adaptasi Soemarwoto serta Bennett, penelitian ini mengungkap bahwa keterbatasan lapangan kerja dan tanggung jawab keluarga menjadi alasan utama para pelaku jasa tetap menekuni pekerjaan ini meskipun menghadapi persaingan dengan perahu pribadi masyarakat dan pendapatan yang tidak menentu akibat faktor cuaca serta pasang surut air sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi yang diterapkan meliputi strategi aktif melalui diversifikasi pekerjaan (seperti menjadi nelayan, pembuat arang, atau buruh bor) serta melibatkan peran istri dalam membuka usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga; strategi pasif melalui efisiensi pengeluaran; dan strategi jaringan sosial. Fenomena ini memperlihatkan kemampuan adaptif masyarakat pesisir dalam memanfaatkan sumber daya alam dan hubungan sosial sebagai mekanisme bertahan hidup (survival strategy) terhadap perubahan struktur ekonomi lokal.
Copyrights © 2026