Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya kemampuan pelaksanaan tendangan Deol Chagi pada atlet cadet dan junior BBF Team Taekwondo Kota Sawahlunto, yang diduga dipengaruhi oleh belum maksimalnya daya ledak otot tungkai dan kelentukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kelentukan terhadap kemampuan Deol Chagi pada atlet cadet dan junior BBF Team Taekwondo Kota Sawahlunto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antarvariabel yang diteliti. Populasi penelitian berjumlah 32 orang atlet, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 15 orang atlet. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Standing Broad Jump Test untuk mengukur daya ledak otot tungkai, Split Test untuk mengukur kelentukan, serta tes kemampuan tendangan Deol Chagi untuk mengukur kemampuan pelaksanaan tendangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya ledak otot tungkai memberikan kontribusi terhadap kemampuan Deol Chagi, sedangkan kelentukan tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan Deol Chagi. Secara simultan, daya ledak otot tungkai dan kelentukan memberikan kontribusi sebesar 28,9% terhadap kemampuan Deol Chagi, sedangkan 71,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel yang diteliti
Copyrights © 2026