Kerusakan ekosistem pesisir di Kota Ambon, Maluku, Indonesia, yang merepresentasikan meluasnya kerusakan lingkungan di pulau-pulau kecil, memerlukan pendekatan multidimensional yang menyentuh dimensi spiritual dan budaya. Urgensi ini bermula dari fakta bahwa kesadaran lingkungan di generasi muda, khususnya siswa sekolah menengah pertama (SMP) belum berkembang optimal. Hal ini disebabkan pendekatan pendidikan lingkungan masih bersifat teknis dan belum terlalu menginternalisasi nilai dan keyakinan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lingkungan siswa melalui pendekatan pembelajaran lingkungan berbasis permainan yang berlandaskan nilai-nilai religi dan kearifan lokal Maluku guna menumbuhkan perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan di generasi muda. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari memberikan edukasi kepada 38 siswa SMP Laboratorium Universitas Pattimura menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis permainan, Board Game Terra Squad , dan dilanjutkan aksi penanaman mangrove di Teluk Ambon. Peningkatan pemahaman siswa yang terhadap konsep religi dan kearifan lokal Maluku terbukti dari nilai pre-test dan post-test, seperti nilai kearifan lokal Maluku Pela Gandong dan Sasi meningkat masing-masing dari 66 dan 68% menjadi 100 dan 100% sedangkan nilai nilai stewardship dan khalifah fi al-ardh masing-masing dari 74 dan 79% menjadi 100 dan 97%, serta peningkatan sikap pro-lingkungan hingga 100% pada berbagai skenario dilema lingkungan.
Copyrights © 2026