Sektor perikanan budidaya di Desa Parangargo menghadapi kendala tingginya biaya pakan komersial yang mencapai 60–70% dari biaya produksi, penurunan kualitas air kolam akibat penumpukan limbah organik, serta tingginya beban biaya listrik konvensional. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan efisiensi operasional pembudidaya ikan melalui integrasi diseminasi pakan mandiri dan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) berbasis Solar Cell. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi lima tahap utama: pendidikan masyarakat, pelatihan dan praktik percontohan pembuatan pakan serta sistem RAS-Solar Cell, difusi Ipteks melalui penyerahan peralatan, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pakan mandiri berbahan lokal berhasil menekan biaya pakan sebesar 37% dengan penurunan Feed Conversion Ratio (FCR) menjadi 1,28. Penggunaan energi surya 200 WP mampu memotong biaya listrik pompa dan aerator hingga 100%, serta mempertahankan kualitas air kolam yang berdampak pada peningkatan tingkat kelangsungan hidup ikan (Survival Rate) sebesar 91,5%. Secara ekonomi, kelayakan usaha mitra meningkat signifikan ditunjukkan oleh kenaikan nilai Revenue to Cost Ratio (R/C Ratio) dari 0,83 menjadi 2,26. Penerapan solusi terpadu ini sangat penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi, efisiensi energi, dan keberlanjutan usaha akuakultur perdesaan
Copyrights © 2026