Desa Penawangan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, memiliki potensi limbah serbuk gergaji melimpah dari 20 unit industri mebel aktif (5-7 ton/minggu) serta aset kolam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) budidaya lele yang belum dikelola optimal. Kondisi ini mendorong pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular bernama LIGNOMINA (Limbah Kayu dan Mina) yang mengintegrasikan pengolahan limbah gergaji menjadi media tanam (baglog) jamur tiram dengan revitalisasi budidaya lele akuaponik. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan participatory rural appraisal yang meliputi identifikasi potensi dan masalah, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan manajerial, digitalisasi pemasaran, serta monitoring dan evaluasi. Selama periode pelaksanaan Juni-Agustus 2026, program berhasil membentuk Kader Hero, menyelenggarakan lima pelatihan teknis dan manajerial, menjalin kerja sama formal melalui MoU/MoA/IA dengan perguruan tinggi dan Kelompok Wanita Tani, serta menumbuhkan dua kelompok usaha baru dan sebelas pelaku usaha individu. Tim memproduksi 1.500 baglog jamur tiram yang seluruhnya telah dipanen dengan hasil 37,44 kg jamur tiram segar, dipasarkan dalam kemasan 100 gram melalui unit usaha desa dan kanal digital (Shopee, Facebook, dan GrabFood), dengan capaian kenaikan omzet sebesar 30% dari modal operasional barang habis pakai. Luaran yang dihasilkan mencakup tiga Hak Kekayaan Intelektual, logo dan marketplace usaha desa, website desa, serta publikasi pada media massa nasional. Pemanfaatan limbah serbuk gergaji mencapai 27%, telah melampaui indikator keberhasilan minimal sebesar 25% meski masih menuju target akhir minimal 30%, dengan laju capaian yang sempat terhambat oleh kendala kekeringan yang mengganggu pasokan air sistem akuaponik dan meningkatkan suhu kumbung jamur di atas ambang ideal 23-28°C sehingga menghambat pembentukan pinhead. Tim merespons melalui adaptasi media budidaya lele berbasis galon, konsultasi data iklim dengan BMKG, serta dukungan bantuan air dari pihak kampus dan mitra swasta (PT). Program ini menunjukkan bahwa model ekonomi sirkular berbasis integrasi lintas sektor mampu menjadi strategi revitalisasi usaha desa, meski keberlanjutannya sangat bergantung pada kesiapan adaptasi terhadap risiko iklim.
Copyrights © 2026