Indonesia terletak di kawasan Ring of Fire yang rentan terhadap ancaman bencana alam, namun edukasi mitigasi bencana di lingkungan sekolah masih didominasi oleh metode ceramah konvensional yang pasif dan kurang efektif dalam menginternalisasi tindakan penyelamatan diri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan mitigasi bencana siswa SMA Budi Luhur melalui pendekatan seni terapan berbasis dual coding dengan desain mural. Pelaksanaan kegiatan menerapkan pendekatan dual coding yang memadukan penyampaian materi teoretis dan praktik seni visual melalui empat tahapan utama: sosialisasi mitigasi, workshop desain, eksekusi panel mural dan evaluasi. Subjek sasaran terdiri dari 10 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rekomendasi sekolah. Evaluasi keberhasilan diukur melalui analisis statistik deskriptif terhadap skor pre-test dan post-test (15 butir soal), penilaian karya visual, serta observasi keterlibatan peserta. Hasil kegiatan mencatat peningkatan rata-rata pemahaman kesiapsiagaan bencana peserta sebesar 50,4% (dari skor awal 58,5 pada pre-test menjadi 88,0 pada post-test), dengan kenaikan tertinggi dicapai pada indikator prosedur evakuasi darurat sebesar 57,2%. Pendekatan desain mural berbasis dual coding ini mampu mengalihkan pola edukasi bencana yang semula pasif menjadi pengalaman belajar intuitif dan kinestetik melalui partisipasi aktif siswa.
Copyrights © 2026