Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. This study aims to describe the implementation of participatory communication by the Al-Mu'awanah Mosque Youth Organization in revitalizing the Islamic study program in Pasirwangi District, Garut Regency. This research employed a qualitative approach using a descriptive analytical method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the administrators and members of the Al-Mu'awanah Mosque Youth Organization. The collected data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that participatory communication was implemented through dialogue, equality, and critical awareness. Dialogue was reflected in two-way communication between the administrators and members. Equality was demonstrated through equal opportunities for all members to express their opinions and participate in decision-making. Critical awareness was reflected in the members' understanding of the importance of active participation in the development of religious programs. The implementation of participatory communication contributed to increasing youth participation in Islamic study activities and supported the optimization of the mosque's function as a center for religious guidance and community development. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan komunikasi partisipatif yang dilakukan oleh Remaja Masjid Al-Mu'awanah dalam upaya revitalisasi program pengajian di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus serta anggota Remaja Masjid Al-Mu'awanah. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi partisipatif diwujudkan melalui dialog, kesetaraan, dan kesadaran kritis. Dialog tercermin dari adanya komunikasi dua arah yang berlangsung antara pengurus dan anggota. Kesetaraan terlihat dari terbukanya kesempatan bagi setiap anggota untuk menyampaikan pendapat serta berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Sementara itu, kesadaran kritis ditunjukkan oleh pemahaman anggota mengenai pentingnya keterlibatan aktif dalam pengembangan program-program keagamaan. Penerapan komunikasi partisipatif tersebut memberikan dampak positif terhadap meningkatnya partisipasi remaja dalam kegiatan pengajian serta mendukung optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat pembinaan dan pengembangan kehidupan keagamaan masyarakat.
Copyrights © 0000