Bandung Conference Series : Islamic Broadcast Communication
199-206

Retorika Dakwah Digital Husain Basyaiban pada Konten TikTok Berbasis Game Roblox

Dinda Syakirah Salsabila (Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)
Muhammad Fauzi Arif (Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam,Fakultas Dakwah,Universitas Islam Bandung)
Ahmad Mudakir (Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam,Fakultas Dakwah,Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Social media platforms increasingly serve as new spaces for Islamic da'wah, particularly among younger audiences who engage more with virtual environments than conventional preaching settings. Ustadz Husain Basyaiban, known by his TikTok alias Kadam Sidik, delivers religious instruction through livestreamed sessions inside the online game Roblox; these livestreams are recorded and re-uploaded by viewers as short clips on TikTok. This raises an important question: how does da'wah remain persuasive when packaged within an entertainment-oriented digital format? This study analyzes three TikTok videos derived from Basyaiban's Roblox sessions using Aristotle's classical rhetorical framework of ethos, pathos, and logos, applying a descriptive-analytical qualitative method with documentation as the primary data-collection technique. The findings show that ethos is constructed not through physical appearance but through fluent recitation of religious texts, prompt spontaneous responses, and self-identification as a fellow player. Pathos operates bidirectionally: the speaker initiates emotional engagement through humor in one video, while audiences themselves initiate emotional disclosure in the other two, reinforced by real-time interactive features. Logos progresses from simple normative arguments toward complex epistemic reasoning that equips audiences with independent frameworks for religious judgment. These three elements interact to form a distinctive style of da'wah, casual in tone yet substantively profound. Abstrak. Media sosial kini menjadi ruang baru bagi praktik dakwah Islam, terutama bagi audiens muda yang lebih akrab dengan ruang virtual dibandingkan majelis konvensional. Ustadz Husain Basyaiban, dikenal dengan nama panggung Kadam Sidik, menyampaikan kajian keislaman melalui siaran langsung di dalam permainan daring Roblox, yang direkam dan diunggah ulang penonton menjadi potongan video pendek di TikTok. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting: bagaimana pesan dakwah tetap persuasif ketika dikemas dalam format yang identik dengan hiburan digital? Penelitian ini menganalisis tiga video TikTok hasil rekaman kajian Roblox tersebut menggunakan kerangka retorika klasik Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos, dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis serta teknik dokumentasi sebagai metode pengumpulan data utama. Hasil penelitian menunjukkan ethos dibangun bukan melalui penampilan fisik, melainkan melalui kefasihan melafalkan dalil, ketepatan merespons pertanyaan secara spontan, serta identifikasi diri sebagai sesama pemain. Pathos terbentuk secara timbal balik: pada satu video pembicara membangun suasana emosional melalui humor, sedangkan pada dua video lainnya audiens sendiri yang membuka diri secara emosional lebih dulu, diperkuat fitur interaksi langsung. Logos berkembang dari argumen normatif sederhana menuju penalaran epistemik lebih kompleks, yang membekali audiens dengan kerangka berpikir mandiri dalam menentukan hukum bagi dirinya sendiri. Ketiga unsur retorika saling menopang membentuk gaya dakwah santai namun tetap mendalam.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSIBC

Publisher

Subject

Religion Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication (BCSIBC) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Komunikasi Penyiaran Islam dengan ruang lingkup Akhlak Komunikasi Dakwah, Aqidah Komunikasi Dakwah, Beribadah Dakwah, Bulletin Dakwah, ...