Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan serta penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada Bakso Mbak Sum Lamongan dalam transisinya dari Sistem Informasi Akuntansi (SIA) konvensional menuju sistem berbasis digital. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini mengumpulkan data primer dan sekunder melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap alur pencatatan operasional, dan dokumentasi nota transaksi harian. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pencatatan keuangan pada Bakso Mbak Sum Lamongan saat ini masih didominasi oleh SIA konvensional berbasis kertas (paper-based system) yang rentan terhadap human error, nota hilang, dan ketidaksesuaian kas. Meskipun demikian, unit usaha ini telah berada pada fase transisi awal (readiness phase) menuju digitalisasi akuntansi, yang ditandai dengan ketersediaan perangkat smartphone, sistem POS sederhana, serta tingginya komitmen pemilik usaha untuk mengadopsi teknologi. Hambatan utama yang memperlambat transisi penuh meliputi keterbatasan literasi akuntansi digital, kekhawatiran kerumitan input data, dan kekhawatiran akan keamanan data finansial. Pengintegrasian SIA berbasis digital dan pembayaran non-tunai (QRIS) terbukti mendesak untuk mempermudah penyusunan Laporan Keuangan.
Copyrights © 2026