Perkembangan sains modern yang ditopang kecerdasan buatan, analisis big data, dan teknologi digital sering menggeser perhatian ilmiah dari pertanyaan tentang apa yang sungguh ada menuju sekadar bagaimana sesuatu diketahui. Artikel ini bertujuan merekonstruksi ontologi sebagai fondasi ilmu dengan menegaskan bahwa setiap disiplin pengetahuan selalu berangkat dari komitmen ontologis tertentu. Kajian ini menggunakan metode filsafat konseptual melalui analisis teks, komparasi pemikiran, dan rekonstruksi argumentatif atas literatur klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa ontologi mendahului epistemologi karena ia menentukan objek ilmu, membatasi metode yang sah, serta memengaruhi arah perkembangan teori. Lewat integrasi tinjauan teoretis yang menghubungkan Aristoteles, Heidegger, Quine, Loux, Lowe, Thomasson, Searle, Floridi, dan literatur Indonesia, artikel ini menegaskan bahwa krisis metodologis dalam sains modern sering kali merupakan gejala dari krisis ontologis yang lebih mendasar. Kontribusi penelitian ini terletak pada pergeseran cara pandang terhadap ontologi yang masih sering berfokus pada definisi tentang ada menjadi prinsip pembentuk struktur internal ilmu pengetahuan.
Copyrights © 2026