Jurnal Ilmu Lingkungan
Vol 24, No 4 (2026): July 2026

Karakterisasi Arang Aktif Tempurung Lontar Teraktivasi KOH dan Uji Kinerjanya pada Adsorpsi Limbah Cair Tahu

Madalena Da Costa (Universitas San Pedro)
Maria Imaculata Seko (Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas San Pedro, Kupang)
Oktavina G. LP Manulangga (Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang)
Martinho Dos Santos Martins (Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2026

Abstract

Limbah cair industri tahu memiliki beban polutan organik tinggi sehingga dapat meningkatkan parameter BOD, COD dan TSS apabila dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan berpotensi mencemari, sehingga diperlukan pengembangan teknologi pengolahan air limbah yang efisien dan berkelanjutan, seperti metode adsorpsi menggunakan arang aktif berbahan baku lokal, yaitu tempurung lontar teraktivasi kalium hidroksida (KOH). Penelitian ini terdiri 3 tahap yang meliputi persiapan dan pembuatan arang aktif dari tempurung lontar, karakterisasi sifat fisik arang, analisis SEM-EDX dan FTIR, serta tahap uji kinerja arang aktif melalui adsorpsi batch menggunakan variasi pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas media arang aktif lontar secara fisik mengandung kadar air 3,37%; kadar abu 2,59%; dan kadar zat terbang 42,68%. Arang aktif lontar tersebut memiliki morfologi permukaan berpori serta komponen carbon dan oksigen. Gugus aktif yang ada pada permukaan adalah OH, C-H, C=C, C=O. Kinerja adsorpsi arang secara batch pada variasi pH, penurunan parameter secara konsisten pada rentang kondisi asam. Efisiensi adsorpsi arang aktif tempurung lontar terhadap polutan limbah cair tahu menunjukkan tren penurunan konsisten seiring peningkatan pH dari asam ke basa. Pada pH 4 (optimal), persentase penurunan tertinggi dicapai oleh parameter TSS sebesar 84,17% diikuti oleh COD 58,87 % dan BOD 55,18%. Kinerja pengolahan menurun pada pH 9, di mana TSS hanya turun menjadi 36,37%, COD menjadi 33,69%, dan BOD menjadi 44,37%. Karakterisasi arang aktif tempurung lontar secara fisik, morfologi dan komponen kimia serta gugus aktif menunjukkan kemampuan arang aktif tempurung lontar untuk adsorpsi limbah cair. Variasi pH limbah cair 4,7 dan 9 berpengaruh terhadap pengolahan limbah cair tahu.

Copyrights © 2026