Pembelajaran religius pada anak usia dini masih cenderung dilakukan secara rutin sehingga nilai agama dan moral belum sepenuhnya terbentuk dalam perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menginternalisasi nilai agama dan moral melalui kegiatan religius kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan subjek guru dan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai dilakukan melalui pembiasaan kegiatan religius, keteladanan guru, serta penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi seperti bercerita, bernyanyi, bermain peran, dan media audio-visual. Lingkungan belajar dan peran keluarga turut mendukung proses tersebut, meskipun masih terdapat kendala seperti kejenuhan anak dan perbedaan latar belakang keluarga. Dengan demikian, strategi yang menggabungkan pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman belajar secara langsung dapat membantu anak memahami dan menerapkan nilai agama dan moral dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026