Fenomena interferensi bahasa daerah dalam tuturan bahasa Indonesia umum terjadi pada siswa sekolah dasar dalam lingkungan Masyarakat dwibahasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan faktor penyebab interferensi bahasa Jawa dalam tuturan bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa sekolah dasar yang aktif menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia untuk komunikasi sehari-hari. Data dikumpulkan melalui observasi, pencatatan tuturan, dan wawancara untuk selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi bahasa Jawa tampak dalam hal substitusi bunyi, penghilangan bunyi, dan penambahan bunyi pada pengucapan kosakata bahasa Indonesia. Interferensi paling banyak ditemukan pada penggunaan nomina. Faktor penyebab interferensi adalah dominasi bahasa Jawa sebagai bahasa pertama, kebiasaan linguistik lingkungan, pemerolehan bahasa Indonesia yang belum optimal, serta transfer negatif dari bahasa ibu. Temuan dalam penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia, terutama dalam meningkatkan ketepatan pelafalan dan penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Copyrights © 2026