Permainan tradisional Indonesia merupakan permainan yang mengandung kearifan budaya, dilakukan secara turun-temurun sebagai warisan budaya bangsa. Namun, eksistensinya kini terancam oleh derasnya arus digitalisasi yang mendorong anak menggunakan gadget secara berlebihan, ditandai dengan durasi screen time yang melampaui batas wajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis validitas media board game berbasis permainan tradisional Indonesia untuk anak usia dini. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model 4D: pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada validator ahli materi, ahli media, dan guru praktisi PAUD di dua TK di Bali. Validitas isi instrumen diuji menggunakan rumus Gregory oleh dua orang pakar, dan data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase. Media board game yang dikembangkan mengintegrasikan empat permainan tradisional Indonesia bakiak, lompat karet, cublak-cublak suweng, dan meong-meongan ke dalam dua belas komponen permainan yang berdimensi multisensori. Hasil validasi menunjukkan: ahli materi memperoleh skor 90,5%, ahli media 91,5%, dan uji kepraktisan 95,5%, ketiganya berkualifikasi sangat baik. Dengan demikian, media board game permainan tradisional Indonesia ini dinyatakan valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran anak usia dini sebagai sarana stimulasi perkembangan sekaligus pelestarian budaya bangsa.
Copyrights © 2026