Kecemasan perpisahan (separation anxiety) merupakan hambatan emosional yang sering dialami siswa kelas 1 SD saat masa transisi sekolah, yang dapat mengganggu proses adaptasi dan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan Writing-Based Classroom (WBC) yang didukung keterlibatan orang tua dalam mereduksi tingkat kecemasan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test pada 21 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi perilaku dan penggunaan instrumen skala kecemasan yang dimodifikasi ke dalam bentuk visual (skala gambar) agar sesuai dengan perkembangan kognitif anak, serta didukung oleh lembar laporan perkembangan harian dari orang tua. Setelah memenuhi syarat uji normalitas, teknik analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang mengonfirmasi bahwa intervensi ini secara signifikan mampu menurunkan tingkat kecemasan siswa. Aktivitas menulis yang terstruktur terbukti menjadi media katarsis yang efektif bagi anak untuk mengekspresikan emosi, sementara dukungan orang tua memperkuat rasa aman siswa di lingkungan sekolah. Disarankan bagi pihak sekolah untuk mengintegrasikan pendekatan literasi berbasis ekspresi ini ke dalam kurikulum transisi serta meningkatkan kolaborasi aktif dengan orang tua guna menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung kesehatan mental dan kemandirian siswa sejak dini.
Copyrights © 2026