Pengintegrasian nilai-nilai budaya ke dalam media digital anak usia dini masih kurang dieksplorasi, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang waktu penggunaan layar tanpa pengembangan karakter yang substansial. Studi ini meneliti implementasi permainan tradisional, Conngklak berbasis Augmented Reality (AR), untuk merangsang kesadaran multikultural dan karakter afektif sosial dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan deskriptif analitis. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak usia 4–5 tahun di KB Al Ikhlas Wonosobo yang berasal dari latar belakang dengan sosial ekonomi beragam pada wilayah pinggiran dan pegunungan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru, dan dokumentasi di KB Al Ikhlas Wonosobo, kemudian dianalisis secara sirkular menggunakan model analisis tematik menurut Virginia Braun dan Victoria Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Congklak berbasis AR meningkatkan keterlibatan belajar, rasa ingin tahu, serta pemahaman anak terhadap keberagaman budaya. Permainan ini juga menumbuhkan regulasi diri, kerja sama, toleransi, dan perilaku prososial. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi etnopedagogi dan teknologi AR merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat kesadaran multikultural dan karakter sosial anak usia dini.
Copyrights © 2026