Pembelajaran anak usia dini perlu dirancang secara kontekstual dan eksploratif agar anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu membangun makna melalui pengalaman langsung. Namun, praktik pembelajaran di PAUD masih sering didominasi oleh hafalan, pengulangan, dan penyelesaian tugas mekanis, sehingga keterlibatan aktif anak belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran kontekstual dan eksploratif berbasis deep learning pada pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian meliputi guru PAUD sebagai informan utama, anak sebagai subjek yang diamati, serta orang tua sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis deep learning tampak melalui kegiatan bermain, tanya jawab, eksplorasi benda konkret, diskusi sederhana, dan pengaitan tema pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari anak. Implementasi tersebut didukung oleh kesiapan guru, media belajar konkret, lingkungan kelas yang aman, serta keterlibatan orang tua dalam memperkuat pengalaman belajar anak di rumah. Hambatan yang ditemukan meliputi pemahaman guru yang belum merata, kebiasaan metode konvensional, keterbatasan waktu, dan keterbatasan media. Temuan ini menegaskan bahwa deep learning pada PAUD dapat diwujudkan melalui pembelajaran kontekstual, eksploratif, dialogis, dan didukung oleh kesinambungan pengasuhan di lingkungan keluarga.
Copyrights © 2026