Memasuki jenjang sekolah dasar, anak usia 5-6 tahun diharapkan memiliki kemandirian dan regulasi emosi yang memadai, sehingga praktik co-sleeping penting dikaji karena berpotensi berkaitan dengan kesiapan adaptasi anak di sekolah. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini dilakukan di TK Islam Muslimah, melibatkan 5 anak sebagai subjek melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan orang tua dan guru, serta dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Dari 22 anak kelas B, 11(50%) menerapkan co-sleeping tanpa perilaku maladaptif, 5 (22,7%) menunjukkan perilaku maladaptif ringan, dan 1 (4,5%) menunjukkan perilaku maladaptif dominan. Temuan menunjukkan co-sleeping bukan penyebab tunggal perilaku maladaptif, melainkan berinteraksi dengan pola pendampingan orang tua yang berlebihan di berbagai konteks kehidupan anak. Praktik ini dilatarbelakangi motif emosional, budaya, dan structural. Penelitian merekomendasikan strategi transisi (gradual withdrawal) menuju kemandirian tidur melalui kolaborasi sekolah dan keluarga yang sensitive terhadap konteks budaya dan ekonomi keluarga.
Copyrights © 2026