Keterbatasan data curah hujan observasi yang kontinu menjadi kendala dalam analisis hidrologi. Data satelit CHIRPS dapat menjadi alternatif, namun masih memiliki bias terhadap data observasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja koreksi bias data curah hujan satelit CHIRPS di DAS Gembong, Kabupaten Pasuruan. Koreksi bias dilakukan menggunakan metode Quantile Mapping dan Random Forest, kemudian dievaluasi menggunakan Nash–Sutcliffe Efficiency (NSE) dan koefisien korelasi (r) pada skala harian dan bulanan. Hasil menunjukkan bahwa CHIRPS terkoreksi memiliki kinerja sangat baik. Pada skala harian diperoleh NSE sebesar 0,813 dan r sebesar 0,918, sedangkan pada skala bulanan diperoleh NSE sebesar 0,838 dan r sebesar 0,961. Hasil tersebut menunjukkan bahwa koreksi bias mampu meningkatkan kesesuaian CHIRPS terhadap data observasi dalam merepresentasikan besaran dan pola temporal curah hujan. Dengan demikian, CHIRPS terkoreksi berpotensi digunakan sebagai alternatif data curah hujan pada DAS Gembong.
Copyrights © 2026