DAS Welang merupakan salah satu DAS kritis di Jawa Timur yang berpotensi mengalami banjir akibat perubahan penggunaan lahan dan tingginya limpasan permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja model ArcSWAT, memetakan tingkat kerawanan banjir, dan menyusun arahan penggunaan lahan di DAS Welang. Limpasan permukaan disimulasikan menggunakan model ArcSWAT, sedangkan kerawanan banjir ditentukan melalui pembobotan dan skoring enam parameter fisik DAS. Hasil kalibrasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,56, NSE sebesar 0,51, dan PBIAS sebesar 21,70%, yang menunjukkan kinerja model cukup baik. Pemetaan menghasilkan lima kelas kerawanan banjir, dengan kelas sangat rawan seluas 18,01 km² yang didominasi lahan terbangun dan lahan pertanian dengan limpasan permukaan tinggi. Arahan penggunaan lahan menurunkan rata-rata limpasan permukaan dari 915,73 menjadi 230,54 mm/tahun serta mengurangi luas kelas rawan dari 137,96 menjadi 83,30 km² dan menghilangkan kelas sangat rawan.
Copyrights © 2026