Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGENDALIAN BANJIR DI SUB DAS JEROAN KABUPATEN MADIUN vindha bagus devianto; Donny Harisuseno; Runi Asmaranto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.317 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.4

Abstract

Banjir merupakan peristiwa alam yang dapat menimbulkan kerugian harta benda penduduk serta korban jiwa. Kondisi tersebut terjadi di sub DAS Jeroan di Kabupaten Madiun, dimana berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa selama 12 tahun terakhir, banjir terbesar terjadi pada tahun 2007. Kajian ini bertujuan untuk menganalisa upaya pengendalian banjir di sub DAS Jeroan. AVSWAT 2000 digunakan untuk menghitung debit puncak banjir akibat pengaruh perubahan tataguna lahan, sedangkan debit banjir rancangan digunakan HSS Nakayasu dengan verifikasi dilakukan berdasarkan data debit banjir historis AWLR Jeroan. Untuk mengetahui kapasitas tampungan sungai Jeroan dilakukan analisis profil muka air dengan bantuan HEC-RAS 5.0.1. Hasil kajian simulasi pemodelan AVSWAT 2000 menunjukkan terjadi fluktuasi debit puncak banjir berdasarkan perubahan tataguna lahan tahun 2006, 2009, 2012 dan 2015. Debit kala ulang banjir yang mendekati debit historis (AWLR) adalah debit kala ulang 25 tahun sebesar 296,967 m3/dt. Dengan simulasi HEC-RAS 5.0.1 kapasitas sungai Jeroan tidak dapat menampung debit kala ulang 25 tahun di beberapa patok yang mengakibatkan genangan di lahan sebesar 5.169.952 m3. Pengendalian banjir dilakukan dengan pembuatan bendungan di 2 (dua) lokasi di hulu sub DAS Jeroan dan normalisasi sungai serta pembuatan tanggul sungai di hilir Sub DAS Jeroan.  
EVALUASI SISTEM PEMBERIAN AIR DAERAH IRIGASI KEDUNG PUTRI GUNA MENINGKATKAN INTENSITAS TANAM PADI Isna Dinul Muiz; Donny Harisuseno; Runi Asmaranto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.616 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.5

Abstract

Pada musim kemarau DI. Kedungputri mengalami kekeringan terutama pada daerah bagian hilir. Intensitas tanam pada kondisi eksistingpun kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi intensitas tanam serta kebutuhn air irigasi di DI. Kedungputri. Dari hasil evaluasi, membuat rencana pola tanam dengan meningkatkan intensitas tanam padi serta menghitung kebutuhan air. Pada kajian ini menggunakan metode SCH (Stagnant Constant Head) dan metode SRI (Sytem of Rice Intensification). Intensitas tanam rerata padi gadu tidak ijin mencapai 73,05% pada tahun 2009-2014. Metode SRI lebih hemat air 68,55 % - 75,45% dibandingkan metode SCH. Apabila menggunakan metode SCH, pemberian air secara gilir mencapai 83,33%. Metode SRI dapat meningkatkan pendapatan petani dari hasil produksi gabah kering yaitu 180,52%.    
KAJIAN PENANGGULANGAN GENANGAN YANG TERINTEGRASI DI KAWASAN PILANG, PROBOLINGGO Rahma Rismasari; Donny Harisuseno; Andre Primantyo Hendrawan
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.272 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2018.009.01.5

Abstract

Permasalahan genangan yang terjadi di daerah perkotaan mengekspresikan tidak terakomodirnya dengan baik kapasitas saluran drainase dan ketersediaan daerah resapan. Begitupun yang terjadi di Kawasan Pilang Probolinggo. Genangan menjadi permasalahan tahunan saat musim hujan tiba. Penelitian ini mengkaji penanggulangan genangan secara terintegrasi antara sistem baru yang diusulkan berupa sumur tampungan, dan kolam detensi dengan sistem drainase eksisting. Curah hujan rancangan dihitung dengan metode Gumbel dan Metode Log Person Tipe III untuk kemudian dibandingkan hasilnya, dan dipilih yang memenuhi persyaratan. Karena merupakan integrasi dari kerja 2 (dua) sistem drainase, sehingga perlu dianalisis potensi dalam mereduksi genangan dan potensi dalam menambah waktu tiba banjir. Dari hasil analisis diperoleh bahwa kejadian genangan historis mendekati perhitungan intensitas hujan kala ulang 2 tahun, sehingga sistem yang diusulkan didesain atas dasar debit rancangan kala ulang 5 tahun. Curah hujan rancangan diperoleh dengan metode Log Person Tipe III sebesar 125.304 mm. Dari hasil evaluasi kapasitas saluran terhadap debit rancangan, terdapat 12 saluran drainase eksisting yang kapasitasnya tidak memadai dalam menerima beban debit rancangan. Upaya penanggulangan secara terintegrasi dapat mereduksi genangan hingga 100%, dan dapat menunda waktu tiba banjirnya sebesar 83% pada 12 saluran yang diidentifikasikan terjadi genangan tersebut.
Studi Pemetaan Banjir Pada Sungai Rejoso Dengan Menggunakan Hec-Ras Evan Fachru Ramadhan; Jadfan Sidqi fidari; Donny Harisuseno
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.102

Abstract

Sungai Rejoso merupakan sungai yang terletak di Kabupaten Pasuruan dengan Panjang 22,89 km, dengan luas DAS sebesar 360,21 km2. Sungai Rejoso membelah Kabupaten Pasuruan yang setiap tahunnya banjir melanda ketika musim penghujan tiba. Meluapnya Sungai Rejoso pun menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi genangan banjir di area Kabupaten Pasuruan. Mengingat pentingnya Sungai Rejoso bagi kehidupan masyarakat setempat, maka studi ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mengenai debit banjir yang terjadi, luas genangan banjir dan kondisi penampang dengan debit banjir kala ulang 25 dan 50 tahun. Data yang dibutuhkan untuk melengkapi studi ini antara lain adalah data hujan, data debit maksimum, data DEM, dan data penampang Sungai Rejoso. Studi ini dimulai dengan analisis kualitas data hujan lalu memodelkan data hujan menjadi limpasan menggunakan Aplikasi HEC-HMS dengan kala ulang 25 dan 50 tahun, lalu dilakukan pemodelan dengan aplikasi HEC-RAS untuk mendapatkan sebaran genangan banjir DAS Rejoso. Pemodelan hidraulik menggunakan HEC-RAS 6.3.1 dengan analisa 2D simulasi unsteady flow kala ulang 25 dan 50 untuk mengetahui luas genangan di DAS Rejoso. Dari pemodelan aplikasi HEC-HMS didapatkan debit banjir rancangan sebesar Q25 = 124,4 m3/det dan Q50 = 217,5 m3/det dan total luas genangan yang terjadi pada Q25 dan Q50 adalah sebesar 147,772 ha, dan 156.232 ha.
Evaluasi dan Koreksi Data Curah Hujan Satelit GPM (Global Precipitation Measurement) Terhadap Data Stasiun Hujan Observasi Di DAS Dodokan Nusa Tenggara Barat Abiyyu Putra, Adin Fath; Donny Harisuseno; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.110

Abstract

DAS Dodokan merupakan DAS terbesar di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam rangka mengatasi permasalahan kebutuhan data curah hujan yang terbatas dalam segi temporal di DAS Dodokan, maka perlu dilakukan alternatif penggunaan data satelit GPM. Pada studi ini dilakukan dengan tahapan metode evaluasi, koreksi, dan validasi. Hasil ketiga tahapan metode tersebut menghasilkan nilai koefisien koreksi berdasarkan interval besaran hujan yang digunakan sebagai koefisien pengali untuk mencari data curah hujan terkoreksi. Dari hasil analisis didapatkan hasil nilai koefisien koreksi untuk interval hujan (0 – 10 mm = 0.7), untuk interval hujan (10 – 20 mm = 0.71), untuk interval hujan (20 – 50 mm = 0.715), untuk interval hujan (50 – 100 mm = 0.72), untuk interval hujan (100 – 150 mm = 0.73), dan untuk interval hujan ( > 200 mm = 0.74), serta didapatkan interpretasi hubungan data terkoreksi yang “Sangat Kuat” dari metode r, dan “Sangat Memuaskan” dari metode RSR dan NSE.
Kajian Stabilitas Atmosfer Menggunakan Terhadap Kejadian Hujan yang Mempengaruhi Bencana Banjir Bandang Arafat, Khalif Nazar; Donny Harisuseno; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.156

Abstract

Studi ini meneliti dampak pertumbuhan awan konvektif harian terhadap curah hujan dan bencana hidrometeorologi, khususnya bencana banjir bandang di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada tanggal 7 Juli 2023. Analisis menggunakan pengamatan Radiosonde dan citra satelit Himawari-9 untuk menentukan kondisi pertumbuhan awan. Hasil menunjukkan bahwa kondisi stabilitas atmosfer dominan memiliki pengaruh rendah pada kondisi curah hujan harian per bulan, dengan interval moderat hingga kuat dalam setiap variabel indeks. Karakteristik hujan sebelum dan setelah banjir bandang bervariasi dari hujan ringan hingga hujan deras, dipengaruhi oleh kondisi awan nimbustratus dan kondisi atmosfer tidak stabil.
Studi Penerapan Metode Rainfall Anomaly Index (RAI) dalam Analisa Kekeringan di Sub Das Widas, Kabupaten Nganjuk Irsam, Ramadhanti Mutiara; Donny Harisuseno; M. Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.045

Abstract

Pemerintah Kabupaten Nganjuk memetakan 19 desa di lima kecamatan yang mengalami kekeringan tiap musim kemarau. Studi mengenai analisa indeks kekeringan diperlukan untuk mengetahui gambaran tingkat kekeringan di Sub DAS Widas Kabupaten Nganjuk. Perhitungan indeks kekeringan meteorologi menggunakan metode RAI dan data curah hujan Sub DAS Widas yang tersedia tidak mencakup periode 30 tahun yang diperlukan. Oleh karena itu, data curah hujan satelit (CHIRPS) digunakan untuk memperoleh data curah hujan perpanjangan. Analisis kalibrasi dilakukan untuk mengoreksi nilai curah hujan satelit. Persamaan regresi linier dipilih untuk mengoreksi curah hujan satelit pada stasiun hujan pengamatan. Hasilnya menunjukkan bahwa tahun-tahun kering dengan status “Amat Sangat Kering” terjadi pada tahun 1997, 1998, 2003, 2005, 2007, 2018, dan 2019, sedangkan kekeringan dengan status “Sangat Kering” terjadi pada tahun 1996, 2001, dan 2002. Peta sebaran kekeringan menunjukkan bahwa daerah terdampak kekeringan umumnya terjadi di 19 kecamatan, termasuk Bagor, Baron, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Loceret, Nganjuk, Berbek, Ngetos, Ngluyu, Ngronggot, Pace, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sawahan, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan.
Pemanfaatan Data ERA5 untuk Estimasi Curah Hujan di DAS Anai Provinsi Sumatera Barat Muhammad Ridho Abdillah; Donny Harisuseno; Muhammad Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.059

Abstract

DAS Anai merupakan salah satu DAS besar di Sumatera Barat yang memiliki banyak isu strategis lokal seperti aliran debris, rawan banjir, erosi, sedimentasi dan alih fungsi lahan. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan perencanaan bangunan air yang membutuhkan data curah hujan. Dalam hal ini terdapat masalah keterbatasan data stasiun hujan di DAS Anai yang mengekibatkan tidak optimalnya data hujan yang dihasilkan. Maka diperlukan alternatif lain dengan memanfaatkan data ERA5. Namun sebelum dapat dimanfaatkan, data ERA5 perlu diuji dahulu terhadap data curah hujan stasiun observasi. Pada penelitian ini dilakukan tahapan evaluasi, koreksi, dan validasi data. Berdasarkan tahapan yang dilakukan, maka diperoleh nilai koefisien koreksi yang sesuai untuk setiap interval hujan. Setelah data ERA5 dikoreksi, diperoleh nilai MAE yang lebih kecil dibandingkan sebelum data dikoreksi. Selain itu, pada analisis statistik diperoleh Koefisien Korelasi: 0,95 (“Sangat Kuat”), RMSE-RSR: 0,61 (“Memuaskan”), NSE: 0,53 (“Memuaskan”). Sehingga data ERA5 dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dalam mengestimasi curah hujan di DAS Anai.
Analisis Kekeringan Meteorologi berdasarkan Skenario Perubahan Iklim pada DAS Welang Alvin Galih Aditya; Donny Harisuseno; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.083

Abstract

Kekeringan meteorologi merupakan fenomena hidrometeorologi yang sering terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang akibat variabilitas curah hujan yang tinggi dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola, tingkat keparahan, serta distribusi spasial kekeringan di DAS Welang dalam periode 2004–2023 menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI). Data curah hujan dari model CORDEX dikoreksi dengan data observasi guna meningkatkan akurasi estimasi sebelum dianalisis lebih lanjut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi koreksi bias data curah hujan, perhitungan indeks kekeringan, serta pemetaan distribusi spasial kekeringan dengan metode Inverse Distance Weighted (IDW) pada ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah DAS Welang mengalami fluktuasi tingkat kekeringan dari kategori normal hingga sangat kering, dengan kondisi paling ekstrem terjadi pada tahun 2006 yang mencapai indeks -2,16. Dengan hasil analisis ini, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi mitigasi dan adaptasi terhadap kekeringan.
Alih Ragam Hujan Menjadi Debit Menggunakan Metode NRECA Pada DAS Laweyan Kabupaten Pasuruan Kaia Qanita Zahra; Ery Suhartanto; Donny Harisuseno
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.101

Abstract

Pada analisis hidrologi dibutuhkannya data yang lengkap baik spasial atau temporal. Namun, pada kondisi di lapangan sering ditemui data hidrologi yang kurang lengkap. Pada DAS Laweyan terdapat stasiun hujan yang memiliki data kurang lengkap. Maka dari itu diperlukannya sumber data alternatif lain seperti Satelit GPM. Data hujan pengamatan dan data hujan Satelit GPM memiliki bias, sehingga diperlukannya perhitungan faktor koreksi dengan metode Linear Scaling. Setelah itu dilakukan analisis kalibrasi dengan hasil NSE 0,993 dan Koefisen Korelasi yaitu 1,000. Hal ini berarti bahwa penggunaan hujan Satelit GPM terkoreksi baik dan dapat digunakan untuk analisis alih ragam hujan. Parameter PSUB dan GWF dibutuhkan penyesuaian dengan jenis tanah di DAS Laweyan. Pada penelitian ini parameter yang digunakan yaitu dengan rentang 0,05 – 0,99. Hasil dari penggunaan parameter tersebut didapat bahwa kalibrasi paling baik yaitu 19 tahun dengan NSE 0,540 dan Koefisien Korelasinya yaitu 0,818. Serta validasi 1 tahun dengan nilai NSE bernilai 0,506 dan Koefisien Korelasi 0,792. Apabila diperoleh nilai debit model NRECA, kemudian data tersebut diolah menjadi debit andalan. Debit andalan sesuai peruntukan dengan probabilitas 80% selama 20 tahun yaitu sebesar 1,50 m3/det, selain itu debit dengan probabilitas 90% yaitu 0,89 m3/det, dan debit dengan probabilitas 95% yaitu 0,56 m3/det.