Banjir di kawasan Samarinda umumnya dipicu oleh curah hujan yang tinggi, kapasitas penampang sungai yang menyempit, serta efek backwater pasang surut Sungai Mahakam. Berdasarkan analisis hidrologi menggunakan curah hujan Distribusi Log Pearson Tipe III dan debit banjir rancangan (Q2, Q25, Q50) dengan HSS Snyder, pemodelan hidrolika 2D (unsteady flow) disimulasikan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 6.2. Hasil simulasi kondisi eksisting menunjukkan bahwa sungai tidak mampu menampung debit Q25, sehingga memicu genangan seluas 4.519.532,63 m² dengan volume tumpahan 6.002.591,38 m³. Sebagai solusi penanganan, direncanakan skenario normalisasi berupa pelebaran dasar sungai menjadi 30 m yang dikombinasikan dengan tanggul baru setinggi 4,5 m (tinggi jagaan 1 m). Simulasi akhir membuktikan bahwa skenario ini optimal dalam meningkatkan kapasitas sungai, mampu menampung aliran debit banjir Q25 secara tuntas, serta aman menahan debit kontrol Q50.
Copyrights © 2026