M Amar Sajali
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Perencanaan Pengendalian Banjir Sungai Sowu Nias Utara Menggunakan Program HEC-RAS 6.2 Azalea Widya Marseila; Runi Asmaranto; M Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.6

Abstract

Sungai Sowu yang berlokasi di Kabupaten Nias Utara merupakan salah satu kawasan yang rawan banjir akibat kondisi morfologinya yang berkelok, topografi terjal, serta pengaruh pasang surut air laut. Banjir di daerah ini kerap menimbulkan kerugian baik secara ekonomi maupun sosial, terutama pada kawasan permukiman yang berada di sekitar alur sungai. Studi ini bertujuan untuk merencanakan pengendalian banjir melalui pendekatan analisis hidrologi dan pemodelan hidrolika menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 6.2. Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan debit banjir rencana berdasarkan metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dan HEC-HMS, yang menghasilkan debit puncak sebesar 68,80 m³/detik (Q2th), 142,90 m³/detik (Q25th), dan 159,60 m³/detik (Q50th). Analisis hidrolika dilakukan secara dua dimensi untuk memetakan potensi genangan dan mengidentifikasi area terdampak. Berdasarkan simulasi kondisi eksisting, diketahui bahwa sebagian segmen Sungai Sowu tidak mampu menampung debit Q25th, yang menyebabkan limpasan (overflow) di beberapa titik kritis. Selain itu, studi ini juga mengevaluasi efektivitas alternatif pengendalian berupa pembangunan tanggul sebagai upaya struktural untuk mengurangi risiko banjir. Simulasi menunjukkan bahwa pembangunan tanggul mampu menurunkan luas genangan dan mengurangi limpasan secara signifikan. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam menyusun rekomendasi teknis serta estimasi rencana anggaran biaya pembangunan bangunan pengendali banjir. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan pengelolaan risiko banjir secara terpadu di wilayah Sungai Sowu.
Dinamika Mangrove dan Klasifikasi Spesies dengan Menggunakan Penginderaan Jarak Jauh (Satelit dan UAV) di Kawasan Clungup Mangrove Conservation Lhefiardo Syajidan Taqyuddin; Sebrian Mirdeklis Beselly; M Amar Sajali
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kawasan rehabilitasi Clungup Mangrove Conservation  (CMC) menggunakan penginderaan jauh multiskala untuk menilai keberhasilan pemulihan  ekosistem. Pemetaan makro (periode 2018 hingga 2026) memadukan citra Sentinel di Google  Earth Engine dengan algoritma Random Forest untuk menganalisis tutupan lahan. Selanjutnya,  analisis mikro menggunakan citra UAV, OBIA-SVM, dan algoritma YOLOv8 untuk deteksi  individu pohon berpresisi tinggi. Hasil pemetaan menunjukkan luasan mangrove berhasil  mencapai keseimbangan dinamis sebesar 72,3 ha. Lebih lanjut, analisis keruangan membuktikan  adanya sinergi biofisik, yakni padang lamun efektif meredam energi gelombang laut. Efek  peredaman ini krusial untuk menjamin stabilitas tegakan mangrove berkerapatan tinggi (>1500  pohon/ha) di zona intertidal. Pendekatan ini memberikan gambaran spasial yang komprehensif  bagi pengelolaan pesisir berkelanjutan.
Studi Analisa Pola Operasi Bendung Karet Menturus Muhammad Alfahmi Sudarso; Runi Asmaranto; M Amar Sajali
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung Karet Menturus merupakan bangunan pengendali muka air di Sungai Brantas yang berfungsi mendukung penyediaan air irigasi dan pengendalian aliran sungai. Perubahan kondisi hidrologi serta penggantian tubuh bendung memerlukan penyesuaian pola operasi agar kinerja bangunan tetap optimal. Penelitian ini bertujuan menentukan pola operasi Bendung Karet Menturus berdasarkan hubungan antara tinggi muka air dan debit yang melewati setiap section bendung. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan hidrolika pada kondisi bendung mengembang dan mengempis dengan mempertimbangkan tiga kondisi muka air, yaitu normal (+25,20 m), tinggi (+25,50 m), dan banjir (+27,90 m). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak section yang dikempiskan, semakin besar debit yang dapat dialirkan. Diperoleh 17 alternatif pola operasi pada kondisi normal dan 14 alternatif pada kondisi muka air tinggi, sedangkan pada kondisi banjir seluruh section harus dikempiskan demi menjaga keamanan struktur. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengoperasian Bendung Karet Menturus secara optimal.
Studi Potensi Energi Gelombang Laut dan Identifikasi Spasial Lokasi Penempatan Wave Energy Converter (WEC) di Kepulauan Seribu Madeleine Emely Christy; M Amar Sajali; Sebrian Mirdeklis Beselly
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, masih bergantung pada kabel bawah laut dari  Jakarta untuk pasokan listriknya, sehingga memerlukan alternatif energi terbarukan seperti energi gelombang laut. Penelitian ini menganalisis karakteristik gelombang serta potensi energi dan daya gelombang di perairan Kepulauan Seribu menggunakan pemodelan numerik Delft3D Flexible Mesh, yang dikalibrasi terhadap data pasang surut observasi BMKG Tanjung Priok hingga diperoleh RMSE sebesar 0,063 m. Hasil simulasi Oktober 2025 pada sepuluh  titik tinjau menunjukkan tinggi gelombang signifikan (Hs) bervariasi antara 0,0006–0,693 m, dengan rata-rata Hs antar lokasi berkisar 0,048–0,210 m, potensi energi gelombang rata-rata 1,76–34,63 J/m², dan daya gelombang rata-rata 4,17–89,08 W/m. Lima lokasi dengan potensi gelombang terbesar adalah Pulau Rengit, Pulau Sepa, Pulau Pari, Pulau Pramuka, dan Pulau Untung Jawa, dengan potensi terbesar dan paling stabil dimiliki Pulau Rengit (Hs rerata 0,210 m, daya median 57,40 W/m, CoV 1,16), yang direkomendasikan sebagai lokasi paling optimal penempatan Wave Energy Converter (WEC) di Kepulauan Seribu.
Spatial Variation Modeling of Wave Propagation in a Semi-Enclosed Mangrove Coast: a Case Study of Clungup Mangrove Conservation (CMC) South Malang Laode Almay Fi Ahsany Taqwim; M Amar Sajali; Sebrian Mirdeklis Beselly
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clungup Mangrove Conservation (CMC) di Malang Selatan merupakan teluk semi-tertutup yang terpapar gelombang alun Samudra Hindia namun terlindungi terumbu karang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hidrodinamika, memetakan propagasi gelombang, serta mengevaluasi konektivitas karang-lamun-mangrove dalam meredam energi gelombang guna menyediakan data kuantitatif bagi rehabilitasi mangrove. Metode simulasi numerik 2D terkopel berbasis flexible mesh divalidasi terhadap data lapangan dan diuji melalui lima skenario ekosistem. Hasil validasi menunjukkan keandalan tinggi (RMSE pasang surut = 0,0687 m, R2 = 0,9545; RMSE Hs= 0,0488 - 0,0543 m). Terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove masing-masing mereduksi tinggi gelombang signifikan sebesar 41,6–57,5%, 15,0–20,5%, dan 40,0–70,9%, dengan reduksi fluks energi kumulatif mencapai 91,5% saat bekerja sinergis. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi konservasi terpadu berbasis coral-seagrass-mangrove connectivity dibandingkan pendekatan ekosistem tunggal bagi pengelolaan kawasan pesisir.
Studi Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Perumda TirtaKanjuruhan Unit Singosari Pelanggan Sumber Awan MetodeAnalisis SWOT Annisa Ridha Fashira; Hari Siswoyo; M Amar Sajali
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan air minum merupakan pelayanan dasar dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih yang berkualitas, berkuantitas, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), menganalisis faktor internal dan eksternal, serta merumuskan strategi pemenuhan kebutuhan air bersih pada pelanggan Sumber Awan Perumda Tirta Kanjuruhan Unit Singosari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner kepada 98 pelanggan serta 11 pegawai. Evaluasi kinerja menggunakan indikator BPPSPAM, sedangkan analisis strategi menggunakan matriks IFAS, EFAS, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan kinerja SPAM memperoleh skor 3,081 dan termasuk kategori sehat. Namun, cakupan pelayanan teknis, pertumbuhan pelanggan, konsumsi air domestik, dan tingkat kehilangan air (NRW) masih perlu ditingkatkan. Hasil analisis SWOT menempatkan Unit Singosari pada Kuadran I, sehingga strategi yang sesuai adalah Strength–Opportunity (SO) atau strategi berorientasi pertumbuhan melalui perluasan cakupan pelayanan, peningkatan kapasitas SPAM, dan penguatan mutu pelayanan.
Pemodelan Numerik Transport Sedimen di Pantai Clungup dengan Delft3D-FM Shareef Abdurrahim Yulianto; Runi Asmaranto; M Amar Sajali
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove di Pantai Clungup, Kabupaten Malang, berperan penting dalam meredam energi gelombang dan mengontrol transpor sedimen pesisir. Namun, dinamika pertukaran pasang surut serta interaksi arus, gelombang, dan struktur vegetasi terhadap pola erosi-deposisi belum terkuantifikasi secara presisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pasang surut, mengkuantifikasi pengaruh pengaitan aktif dua arah antara aliran dan gelombang terhadap fluks sedimen, serta memetakan pola spasial erosi-deposisi. Pemodelan numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak Delft3D Flexible Mesh dengan parameterisasi vegetasi berbasis formula Baptist dan formulasi sedimen Van Rijn - Partheniades-Krone. Hasil penelitian menunjukkan tipe pasang surut di Pantai Clungup adalah Campuran Condong ke Harian Ganda dengan Bilangan Formzahl 0,358 hingga 0,363 dan volume prisma pasut 2,24 juta meter kubik. Aktivasi pengaitan gelombang-arus meningkatkan tegangan geser dasar gabungan sebesar 78,8 persen, memicu resuspensi masif dan memutarbalikkan sistem dari pengimpor sedimen bersih 120 ton pada skenario aliran murni menjadi pengekspor sedimen bersih 85 ton pada skenario terkopel. Terbentuk tiga zona morfodinamika: Zona Erosi Aktif di mulut teluk luar dengan pengikisan maksimum 199,7 milimeter, Zona Deposisi Tinggi di interior mangrove dengan sedimentasi maksimum 199,9 milimeter, dan Zona Transisi Dinamis. Vegetasi mangrove efektif meredam kecepatan arus hingga lebih dari 90 persen dan bertindak sebagai perangkap sedimen alami yang menjaga stabilitas garis pantai.
Simulasi Banjir Rob Akibat Kenaikan Muka AirLaut dengan Model Numerik Delft3D Flexible Mesh di PulauKelapa, Kepulauan Seribu Muhammad Azzikri Aditya Gama; Very Dermawan; M Amar Sajali
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir rob di Pulau Kelapa, Kabupaten Kepulauan Seribu, semakin meningkat akibat pasang surut, gelombang, dan kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim yang mengancam permukiman serta infrastruktur pesisir. Penelitian ini bertujuan mensimulasikan banjir rob menggunakan Delft3D Flexible Mesh, menganalisis luas dan kedalaman genangan, serta menyusun rekomendasi teknis mitigasi. Penelitian menggunakan data topografi, batimetri, pasang surut, gelombang, dan proyeksi kenaikan muka air laut skenario RCP 4.5 dan RCP 8.5. Model hidrodinamika dikalibrasi dan divalidasi sebelum simulasi pada kondisi pasang tertinggi, ekstrem, dan perubahan iklim. Hasil simulasi menunjukkan kedalaman genangan 0,1–0,9 m dengan luas 6,131 ha pada kondisi pasang tertinggi. Pada skenario RCP 4.5, kedalaman meningkat menjadi 0,2–2,2 m dengan luas 11,613 ha, sedangkan RCP 8.5 dan kondisi ekstrem mencapai 0,3–2,35 m dengan luas 11,90 ha. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan sistem polder yang terdiri atas kawasan tampungan, sistem pembatas, dan pompa untuk mengendalikan genangan. Reklamasi pantai juga dipertimbangkan sebagai strategi adaptasi jangka panjang.
Simulasi Banjir Rob Akibat Kenaikan Muka Air Laut MenggunakanModel Numerik Delft3D di Pesisir Semarang Utara, Jawa Tengah Rifqi Alvin Armadi; Sumiadi; M Amar Sajali
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan kota pesisir utama di Jawa yang berperan penting sebagai pusat ekonomi, industri, dan pelabuhan, namun sangat rentan terhadap banjir rob akibat topografi rendah, penurunan muka tanah, dan kenaikan muka air laut (SLR). Penelitian ini menganalisis karakteristik hidrodinamika pesisir Semarang Utara serta mensimulasikan dampak kenaikan muka air laut terhadap genangan rob menggunakan model numerik Delft3D-FLOW pada domain seluas ±20.690 km², memanfaatkan data batimetri, topografi DEMNAS, dan pasang surut Stasiun Tanjung Emas. Kalibrasi periode 19 Mei–19 Juni 2026 menunjukkan pola pasang surut simulasi sesuai karakteristik semi-diurnal perairan utara Jawa. Simulasi kondisi eksisting menghasilkan luas genangan rob 20,71 km² (2.071,28 Ha), terkonsentrasi di Tanjung Mas, Bandarharjo, dan kelurahan pesisir sekitarnya. Skenario RCP8.5 menunjukkan Extreme Sea Level meningkat dari +0,90 m (2030) menjadi +1,90 m (2100) untuk periode ulang 100 tahun, berkorelasi positif dengan perluasan genangan rob, menjadi dasar strategi mitigasi seperti tanggul laut, penataan ruang pesisir, dan rehabilitasi mangrove.
Simulasi Banjir Rob Akibat Kenaikan Muka Air Laut di PulauPramuka, Kepulauan Seribu Juan Carlos Tambunan; M Amar Sajali; Sebrian Mirdeklis Beselly Putra
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, merupakan pulau kecil berelevasi rendah yang telah mengalami kejadian banjir rob nyata (Desember 2025) dan diproyeksikan makin rentan akibat kenaikan muka air laut. Penelitian ini mensimulasikan genangan banjir rob menggunakan model terkopel Delft3D Flexible Mesh (D-Flow FM  dan D-Waves), divalidasi terhadap data pasang surut AWS BMKG Kepulauan Seribu (NSE=0,901; RMSE=0,095 m; MAPE=5,01%). Simulasi kondisi eksisting menghasilkan luas genangan 33.336,3 m² (3,33 ha), sedangkan skenario proyeksi SSP5-8,5 tahun 2100 (kenaikan muka laut +0,79 m) dan gelombang ekstrem meningkatkannya menjadi 72.478,6 m² (+117,42%). Tinggi gelombang teratenuasi dari 0,53–1,51 m di batas domain menjadi ≈0,03 m di garis pantai, mengonfirmasi genangan didominasi pasang surut dan kenaikan muka laut, bukan gelombang. Tanggul inkremental (Δh=1,00 m) mereduksi luas genangan 44,7%; penambahan empat pompa drainase (72,1–360,4 L/s) hanya menurunkan volume genangan 0,34%, bersifat hiperlokal (radius 1540 m). Genangan sisa pada beberapa zona masih melampaui ambang kritis 1,5 m.