ABSTRAK Pemanfaatan media digital menggunakan aplikasi android bertujuan meningkatkan literasi kesehatan berbasis digital secara berkelanjutan melalui pelaksanaan penilaian risiko secara mandiri (self-assessment) di Puskesmas Telaga Dewa untuk meningkatkan cakupan skrining kanker serviks. Data menunjukkan bahwa cakupan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA di Puskesmas Telaga Dewa masih sangat rendah dan jauh dari target nasional sebesar 80%, yaitu hanya mencapai 0,6% (2024), dan hanya 50 wanita yang menjalani pemeriksaan tahun 2025, sehingga diperlukan inovasi skrining berbasis digital untuk meningkatkan partisipasi wanita usia reproduksi dalam deteksi dini kanker serviks. Metode yang digunakan dalam program ini adalah edukasi digital yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku wanita usia reproduksi dalam melakukan deteksi dini kanker serviks dengan menyajikan materi mengenai faktor risiko, tanda dan gejala,vaksinasi HPV, yang dilengkapi dengan panduan penilaian risiko secara mandiri. Program ini melibatkan tenaga Kesehatan, kader Kesehatan dalam penyuluhan dan pendampingan. Selain itu, dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah intervensi. Hasil program menunjukkan bahwa sosialisasi edukasi berbasis digital meningkatkan pengetahuan Wanita usia reproduksi sebesar 80%. Kesimpulan program ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis digital dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks. Disarankan agar program ini terus berlanjut dengan dukungan dari pemerintah dan tenaga kesehatan agar angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks dapat dicegah. Kata Kunci: Skrining Berbasis Digital, Kanker Serviks, Self Assessment, Modul Edukasi Digital. ABSTRACT The use of digital media through an Android application aimed to improve sustainable digital health literacy by implementing a self-assessment risk evaluation at the Telaga Dewa Community Health Center to increase the coverage of cervical cancer screening. Data showed that the coverage of early cervical cancer detection through Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) examinations at the Telaga Dewa Community Health Center was still very low and remained far below the national target of 80%. The screening coverage reached only 0.6% in 2024, and only 50 women underwent screening examinations in 2025. Therefore, a digital-based screening innovation was needed to increase the participation of women of reproductive age in early cervical cancer detection. The program used a digital education approach designed to improve the knowledge, awareness, and screening behavior of women of reproductive age by providing educational materials on cervical cancer risk factors, signs and symptoms, HPV vaccination, and a self-risk assessment guide. The program involved healthcare professionals and community health cadres in educational sessions and participant mentoring. In addition, pre-tests and post-tests were conducted to assess changes in participants' knowledge following the intervention. The results showed that the implementation of digital-based education increased the knowledge of women of reproductive age by 80%. The findings indicated that digital-based education was an effective strategy for improving early cervical cancer detection. It was recommended that this program be continued with support from the government and healthcare professionals to reduce the morbidity and mortality associated with cervical cancer. Keywords: Digital-Based Screening, Cervical Cancer, Self-Assessment, Digital Education Module.
Copyrights © 2026