Penyalahgunaan parasetamol pada obat herbal menjadi masalah serius karena sering ditambahkan secara ilegal untuk meningkatkan efek terapi. Konsumsi berlebih dapat menyebabkan hepatotoksisitas dan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan metode analisis yang tepat untuk menjamin keamanan dan kualitas sediaan herbal. Kajian ini bertujuan untuk membandingkan validitas berbagai metode analisis parasetamol, meliputi spektrofotometri UV–Vis, High-Performance Liquid Chromatography (HPLC), Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC–MS dan LC–MS/MS), serta Kromatografi Lapis Tipis (KLT)–Densitometri melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect terhadap artikel terbit tahun 2015–2025 yang melaporkan parameter validasi metode analisis parasetamol. Sebanyak sebelas artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil menunjukkan bahwa HPLC memiliki performa paling seimbang dengan akurasi dapat mencapai 97–102% dan presisi tertinggi (%RSD 0.26–1.85%). Metode LC–MS/MS memberikan sensitivitas dan selektivitas tertinggi (LOD 0.01 µg/mL; LOQ 0.10 µg/mL), sedangkan LC–MS menunjukkan presisi sangat baik (%RSD 0.70%) dengan akurasi mendekati 100%
Copyrights © 2025