Pemanfaatan media sosial dalam dunia pendidikan semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran peserta didik. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik, media sosial dapat berfungsi sebagai sarana komunikasi, sumber belajar, dan media pendukung dalam penyampaian materi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran media sosial oleh peserta didik serta implikasinya terhadap proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMK Yapim Biru-biru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial yang paling banyak digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik adalah WhatsApp dan YouTube. Kedua media sosial tersebut dimanfaatkan untuk mendukung penyampaian materi, pemberian tugas, komunikasi antara guru dan peserta didik, serta akses terhadap sumber belajar tambahan. Penggunaan media sosial memberikan implikasi positif berupa meningkatnya keterlibatan peserta didik, kemudahan memperoleh informasi pembelajaran, serta terjalinnya interaksi yang lebih intensif antara guru dan peserta didik. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang tidak terarah berpotensi menimbulkan gangguan konsentrasi dan mengurangi fokus belajar. Oleh karena itu, penggunaan media sosial perlu diarahkan secara bijaksana agar mampu mendukung terciptanya proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang efektif, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik.
Copyrights © 2026