Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada siswa sekolah dasar. Namun, keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Bageng 02 masih tergolong rendah sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa aktif berbicara dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Role Playing berbantuan media Topeng Peran KALOPATI dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental berupa one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV SDN Bageng 02 yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data meliputi tes keterampilan berbicara, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk untuk mengetahui apakah data penelitian berdistribusi normal dan uji hipotesis uji N-Gain untuk mengetahui tingkat keefektifan penerapan model Role Playing berbantuan media Topeng Peran KALOPATI dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Hasil uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Selanjutnya, hasil uji N-Gain memperoleh skor sebesar 0,6838 dengan persentase 68% yang termasuk dalam kategori cukup efektif. Keefektifan pembelajaran didukung oleh keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan bermain peran, penggunaan media Topeng Peran KALOPATI yang menarik, serta pemanfaatan cerita rakyat berbasis kearifan lokal yang membuat pembelajaran lebih kontekstual. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model Role Playing berbantuan media Topeng Peran KALOPATI tergolong cukup efektif dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026