Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan program yang bertujuan membangun budaya literasi sekaligus memperkuat karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Gerakan Literasi Sekolah dalam membentuk karakter peserta didik di MI NW Dasan Baru serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan peserta didik, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GLS telah diimplementasikan melalui kegiatan membaca yang terintegrasi dalam pembelajaran, meliputi membaca buku pelajaran dan buku cerita, membimbing pemahaman bacaan, mengaitkan isi bacaan dengan nilai-nilai karakter, serta menceritakan kembali isi bacaan. Pelaksanaan tersebut berkontribusi terhadap berkembangnya karakter disiplin, tanggung jawab, kejujuran, rasa ingin tahu, percaya diri, kerja sama, dan kebiasaan belajar peserta didik. Faktor pendukung pelaksanaan GLS meliputi komitmen kepala madrasah dan guru, pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber bacaan, serta dukungan orang tua. Adapun faktor penghambatnya meliputi belum adanya program literasi yang terjadwal dan keterbatasan koleksi buku. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program literasi yang terencana dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan pembentukan karakter peserta didik.
Copyrights © 2026