Budaya belajar merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pendidikan karena berkaitan dengan kebiasaan, sikap, dan nilai-nilai yang berkembang dalam kehidupan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya belajar siswa dalam konteks kehidupan komunitas lokal, mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang membentuk budaya belajar siswa, serta menganalisis peran sekolah dalam membentuk dan mewariskan budaya belajar di SD Islam NW Lingkok Lalem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya belajar siswa terbentuk melalui interaksi antara sekolah, keluarga, dan komunitas lokal yang berlangsung secara berkelanjutan. Nilai-nilai budaya yang membentuk budaya belajar meliputi nilai religius, gotong royong, disiplin, tanggung jawab, serta sikap hormat kepada guru dan orang tua. Sekolah berperan sebagai agen pewarisan budaya melalui pengintegrasian nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran, pembiasaan, keteladanan guru, serta kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadikan budaya lokal tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku belajar peserta didik sehingga mendukung terbentuknya budaya belajar yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026