Latar Belakang: Masyarakat pertanian menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan pemanfaatan pekarangan, ketidakpastian hasil panen, dan tekanan ekonomi yang dapat memengaruhi ketahanan pangan keluarga serta kesejahteraan psikologis. Budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) merupakan inovasi yang berpotensi mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan resiliensi masyarakat melalui aktivitas produktif berbasis pekarangan. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai Budikdamber serta mengeksplorasi kontribusinya terhadap penguatan resiliensi masyarakat pertanian. Metode: Pengabdian dilaksanakan di Dusun Badong, Desa Mojoparon, Kabupaten Pasuruan dengan melibatkan 18 peserta. Program menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan, demonstrasi, pelatihan intensif dan praktik Budikdamber secara langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest pengetahuan serta wawancara semi-terstruktur yang dianalisis secara tematik. Hasil: Proporsi peserta dengan pengetahuan baik meningkat dari 22,2% menjadi 83,3% setelah kegiatan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa Budikdamber memberikan rasa nyaman, meningkatkan kepercayaan diri dan optimisme, memperkuat interaksi sosial, serta mendukung kemampuan peserta dalam menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari. Kesimpulan: Program Budikdamber efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta berpotensi mendukung ketahanan pangan dan penguatan resiliensi masyarakat pertanian melalui aktivitas produktif berbasis lingkungan.
Copyrights © 2026