Perubahan iklim berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan, khususnya pada produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan 22 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan indikator perubahan iklim dan ketahanan pangan menggunakan Hierarchical Clustering dengan pendekatan Multiscale Bootstrap. Delapan variabel dianalisis, yaitu suhu rata-rata, curah hujan, kelembapan relatif, produksi jagung, luas panen, luas tanam, produktivitas, dan harga pangan. Data distandardisasi menggunakan z-score, kemudian dianalisis dengan metode single linkage, complete linkage, dan average linkage berbasis jarak Euclidean. Validitas klaster diuji melalui nilai Approximately Unbiased (AU) dan Bootstrap Probability (BP) dengan ambang AU ≥ 95% sebagai indikator kestabilan. Hasil menunjukkan bahwa average linkage menghasilkan struktur pengelompokan paling valid dan stabil, dengan empat klaster utama yang berkarakteristik berbeda. Klaster 1 (Kabupaten Karo) dicirikan oleh produksi jagung (z = 4,01) dan luas panen (z = 3,87) yang jauh di atas rata-rata wilayah penelitian serta suhu rata-rata yang relatif rendah (z = −0,80), sedangkan Klaster 2 mencerminkan wilayah dengan suhu rata-rata relatif tinggi (z = 1,03) dan kelembapan relatif rendah (z = −1,12). Faktor dominan pembentuk klaster adalah produksi jagung, luas panen, suhu rata-rata, dan kelembapan relatif. Temuan ini menjadi dasar ilmiah bagi perumusan strategi adaptasi perubahan iklim dan penguatan ketahanan pangan berbasis wilayah.
Copyrights © 2026